-->

Artikel Populer

RUMPUT LAUT JENEPONTO MENUJU INDUSTRIALISASI

RUMPUT LAUT JENEPONTO MENUJU INDUSTRIALISASI - Kabupaten Jeneponto dengan panjang garis pantai yang mencapai 114 km dan potensi areal budidaya seluas8.150 Ha menjadi salah satu wilayah pengembangan industrialisasi perikanan di bidang rumput laut di Sulawesi Selatan. Jika dilihat sekilas, memang daerah Jeneponto termasuk daerah yang miskin. 

Namun jika kita melihat lebih jelas lagi, Jeneponto merupakan daerah yang kaya, hal ini di karenakan Jeneponto memiliki tidak hanya daerah pesisirnya yang berpotensi, namun juga sebagai daerah penghasil padi dan sayur mayur terbesar di sulawesi selatan. Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Ekonomidan Pembangunan Ir. H. Ramansyah Guntur, M.Si sewaktu membuka pelatihan penanaman rumput laut dengan metode long line senin lalu 27 Februari 2012.

Beliau yang pada saat itu mewakili Bupati Jeneponto menyampaikan rasa terimakasih pemerintah Kabupaten Jeneponto kepada Pemerintah Pusat melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga yang telah membantu dalam pengembangan pengetahuan pembudidaya rumput laut di Jeneponto. 

Dengan adanya perhatian dari Pemerintah pusat melalui pelatihan-pelatihan semacam ini, telah berdampak besar pada perekonomian masyarakat Jeneponto khususnya pengembangan usaha budidaya rumput laut.

Sementara itu Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga  Pola S.T. Panjaitan, A.Pi.,MM dalam sambutannya mengatakan Balai Diklat Aertembaga sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, mengemban amanat Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam  merealisasikan program industrialisasi perikanan dimana salah satu komoditinya adalah rumput laut yang harus dikembangkan sehingga rumput laut ini dapat memberikan nilai tambah yang dapat diperoleh dengan cara mengolah dan penerapan teknologi baru. 

Sehingga harapan kedepan rumput laut tidak hanya di jual kering,akan tetapi kedepan rumput laut sudah dapat diolah dulu baru dijual. Dengan demikian maka diharapkan nilainya akan bertambah diatas 100% sesuai target yang diamanatkan Menteri Kelautan dan Perikanan.Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha budidaya rumput laut. 

Selain itu BPPP Aertembaga juga mengemban tugas dalam menyiapkan SDM yang berkualitas. Karena program yang sempurna tidak dapat berjalan tanpa adanya SDM yang berkualitas. Jadi dapat dikatakan bahwa SDM adalah faktor utama dalam keberhasilan suatu program. 

Untuk itulah diperlukan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan SDM yang terampil dimana yang pada awalnya masyarakat hanya mengetahui sistem penanaman dengan cara tradisional.nantinya akan diajarkan cara penanaman dengan jaraksesuai standar, serta bagaimana teknik memelihara dan merawat rumput laut dengan benar. 

Selanjutnya disampaikan bahwa, dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan program Industrialisasi dimana program ini dimulai dari kelompok-kelompok kecil yang diarahkan kedepannya akan berkembang menjadi industri-industri besar, baik yang ada di hulu maupun di hilir.

Pelatihan dari tanggal 27 Februari s.d 3 Maret 2012. Lokasi di Pangkalan Pendaratan Ikan TanrusampeKec. Binamu Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Materi pembelajaran meliputi SNI, Rumput Laut, Biologi Rumput Laut, Penentuan Lokasi, Menghitung kebutuhan alat dan bahan, pembuatan sarana, pemeliharaan rumput laut, hama dan penyakit, pasca panen rumput laut, dan analisa usaha rumput laut.  

Setiap materi yang diberikan tidak hanya berupa materi namun juga praktek dilapangan yang akan menjadi uji kemampuan dari para peserta dalam mempraktekan sejauh mana peserta pelatihan mampu menyerap materi yang diberikan. Pelatihan penanaman rumput laut ini menggunakan sistem long line dengan ukuran 50 x 25 M dan jumlah ris sebanyak 45 tali ris dimana panjang masing-masing tali ris adalah 25m. 

 Panjang tali ris dibagi menjadi tiga kelompok jarak tanam yang berbeda yang terdiri dari 15 jalur yang pertama dengan jarak tanam 10 cm, yang kedua dengan jarak tanam 15 cm dan 15 jalur yang ketiga berjarak 20 cm. Bibit yang digunakan pada setiap rumpun bekisar 50 gr. 

Dengan harapan dari tiga jarak tanam yang berbeda dan rentang waktu yang sama, masyarakat dapat melihat dengan jelas perbedaan hasil jarak tanam yang terbaik. Dan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai suatu proses pembelajaran dan perubahan prilaku menjadi lebih baik, sehingga program Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Industrialisasi perikanan dapat terwujud. 

Pada akhir pelatihan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga menyerahkan alat dan bahan untuk masing-masing peserta pelatihan sebagai stimulan untuk meningkatkan semangat para peserta dalam usaha meningkatkan usaha budidaya rumput laut.


sumber referensi:
*) Humas BPPP Aertembaga
http://www.bpsdmkp.kkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=333%3Arumput-laut-jeneponto-menuju-industrialisai-&catid=45%3Aberita&lang=in

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel