Artikel Populer

PENGHITUNGAN FORMULASI PAKAN BUATAN PADA BUDIDAYA PERIKANAN


Setelah kita melakukan identifikasi bahan yang akan digunakan dalam pembuatan pakan buatan untuk Budidaya Perikanan, pada kesempatan ini kita akan melanjtkan tentang Penghitungan Formulasi pakan Buatan dalam usaha Budidaya Perikanan.


Postingan ini merupakan kelanjutannya yaitu bagaimana Melakukan Perhitungan Formulasi Pakan Buatan untuk Budidaya perikanan. Formulasi dalam perhitungan ini perlu dilakukan sebelum kita akan berlanjut untuk membuat pakan Buaatan.

Sebenarnya kalau kita pahami banyak Energi yang hilang dari tubuh ikan sebagai faeses, urine, ekskresi insang dan panas.. Energi yang hilang sebgai panas sulit untuk diukur.yakni 

  1. Metabolisme standar, yaitu energi yang digunakan ikan pada kondisi tidak bergerak pada air yang tenang.
  2. Aktifitas fisik sukarela, yaitu enrgi yang digunakan ikan untuk mencari makan, mempertahankan posisi dll.
  3. Energi yang dikeluarkan berkenaan dengan aktifitas system pencernaan.

Kebutuhan zat Gizi dalam Budidaya perikanan

Dalam usaha Budidaya Perikanan prinsipnya sama, Seperti halnya hewan lain, ikan pun membutuhkan zat gizi tertentu untuk hidupnya yaitu untuk menghasilkan tenaga, menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. Zat gizi yang dibutuhkan adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air.

a. Protein

Untuk meningkatkan pertumbuhan Ikan yang kita Budidayakan peranan Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan/udang, baik untuk pertumbuhan maupun untuk menghasilkan tenaga. Protein nabati (asal dari tumbuhan), lebih sulit dicernakan dari pada protein hewani (asal dari hewan), hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam dinding selulosa yang memang sukar dicerna.

Pada umumnya ikan membutuhkan protein lebih banyak daripada hewan ternak di darat (unggas, dan mamalia). Selain itu, jenis dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protein. Ikan carnívora membutuhkan protein lebih banyak daripada ikan herbivora, sedangkan ikan omnivora berada diantara
keduanya. Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20 – 60%, dan optimum 30 -36%,.

b. Lemak.
Nilai gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak esensiilnya yaitu asam-asam lemak tak jenmuh atau PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) antara lain asam oleat, asam linoleat dan asam linolenat. Asam lemak esensiil ini banyak terdapat di tepung kepala udang, cumi-cumi dll. Kandungan lemak angat dipengaruhi oleh factor usuran ikan, kondisi lingkungan dan adanya sumber tenaga lain. Kebutuhan ikan akan lemak bervariasi antara 4 – 18%.

c. Karbohidrat
Karbohidrat atau hidrat arang atau zat pati, berasal dari bahan baku nabati.
Kadar karbohidrat dalam pakan ikan, dapat berkisar antara 10 – 50%. Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat ini tergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan enzim pemecah karbohidrat (amilose) ikan karnivora biasanya membutuhkan karbohidrat sekitar 12 % sedangkan untuk omnivore kadar karbohidratnya dapat mencapai 50%.


d. Vitamin.
Apabila ikan kekurangan vitamin, maka gejalanya hádala nafsu makan hilang, kecepatan tumbuh bekurang, warna abnormal, keseimbangan hilang, gelisah, mudah terserang bakteri, pertumbuhan sirip kurang sempurna, pembentukqn lendir terganggu dll. Kebutuhan akan vitamin Sangay dipengaruhi usuran ikan, umur, kondisi lingkungan dan suhu air.

e. Mineral
Mineral hádala bahan an organik yang dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhan jeringan tubuh, proses metabolismo dan mempertahankan keseimbangan osmosis. Mineral yang penting untuk pembentukan tulang gigi dan sisik hádala kalsium, fosfor, fluorine, magnesium, besi, tembaga, kobalt, natrium, kalium, klor, boron, aluminium, seng, arsen dll. Makanan alami biasanya telah cukup mengandung mineral, bahkan beberapa dapat diserap langsung dari dalam air. Namur pada umunya, mineral-mineral itu didapatkan dari makanan. Oleh karena itu, beberapa macam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada proses pembuatan pakan.
Selain kandungan gizi, ada beberapa bahan tambahan dalam meramu pakan buatan. bahan-bahan ini cukup sedikit saja, diantaranya : antioksidan, perekat dan pelezat. Sebagai antioksidan atau zat anti tengik dapat ditambahkan fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikuin, BHT, BHA dan lain-lain dengan pemnggunaan 150 -200 ppm.

Beberapa bahan dapat berfungsi sebagai perekat seperti agar-agar gelatin, kanji, tepung terigu dan tepung sagu, dengan pemakaian maksimal 10% bahan perekat ini menjadi penting pada pembuatan pakan udang. Sebab pakan udang harus mempunyai ketahanan yang tinggi, agar tidak cepat hancur dalam air. Sebagai pelezat, pada umumnya diberi garam dapur sebanyak 2%.. Untuk pakan ikan bandeng bahan perekat diberikan sekitar 5%,.

METODA MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU.
Sebelum mulai menghitung harap diingat bahwa suatu bahan baku disebut bahan sumber protein apabila kadar proteinnya > 20%. Karena harga protein cukup mahal, maka yang pertama dihitung adalah protein , sedangkan yang lainnya menyesuaikan, misalnya dengan menambahkan sumber energi. Yang palin g mudah adalah menggunakan metoda Bujur Sangkar. Sebagai contoh, akan disiapkan pakan ikan mas dengan 27% protein, dari bahan dedak dan bungkil kedelai.

Untuk membuat pakan ikan mas 27% protein sebanyak 100 kg, kita harus mencampur Dedak : 17/35,8 = 47,5% x 100 = 47,5 kg, Bungkil kedelai : 18,8/35,8 = 52,5% x 100 = 52,5 kg

Bila akan menggunakan lebih dari 2 bahan baku, kelompokkan dahulu bahan baku basal (kadar protein < 20%) dan bahan baku protein (> 20%) di rata-ratakan dahulu. setiap kelompok setelah itu dimasukkan ke metoda bujur sangkar.
Bungkil kedelai + tepung kepala Udang /2 = ( 44 + 48,35)/2 = 48,35 %
Protein dedak + protein Jagung/2 = ( 8,2 + 10,2)/2 = 9,20 %





Untuk membuat 100kg pakan ikan dapat mencampur
- dedak halus : 27,265 kg
- jagung : 27,265 kg
- Bengkil kedelai : 22,735
- Tepung kep udang: 22,735
- Bengkil kedelai : 22,735 kg
- Tepung kep Udang : 22,735 kg


Metoda ini dapat juga digunakan berdasarkan kebutuhan kalori, hal ini dilakukan bila kita akan membuat pakan dengan kalori tertentu.

Langkah diatas merupakan langkah pertama pada formulasi pakan, langkah ke 2 adalah menguji kadar asam amino yang dapat dilaklukan di laboratorium.

Lembar Kerja.
Pada kegiatan ini, peserta pelatihan akan menghitung formulasi pakan untuk budidaya air tawar dan air payau.
1. Alat :
- Kalkulator
- Alat tulis dan penghapus
- Papan tulis, sepidol dan penghapus.

2. Bahan :
Daftar kandungan gizi bahan baku.

Lembar Kerja
a. Menghitung Pakan ikan Bandeng
Akan disusun formula pakan ikan bandeng dari 5 bahan baku dengan kandungan gizi sebagai berikut :

Bahan
Protein (%)
Energi Digestible
Mcal/kg
Kalsium (%)
Tepung jagung
9
1,10
0,02
Tepung ikan
65
3,90
3,7
Bungkil kedelai
44
2,57
0,3
Dedak halus
12
1,99
0,1
Kapur
0
0
38,0


Batasan : berat total campuran : 100 kg
Total protein : 30 kg
Total kalsium : 0,5-1,5



2) sehingga untuk masing-masing bahan :
- Tepung jagung dan dedak adalah (24,5/44):2=27,84%
- Tepung Ikan dan kedelai adalah (19,5/44: 2= 22,16 %

3) jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan dibutuhkan masing-masing bahan sebagai berikut:

Bahan
Komposisi (%)
% Ca
bahan (kg)
Tepung jagung
27,84
0,54
27,84
Dedak
27,84
2,78
27,84
Tepung ikan
22,16
81,99
22,16
Tepung kedelai
22,16
6,65
22,16
Kapur
0
38,00
0
Total
100
129,96
100






b. Menghitung formula pakan pembesaran udang
- akan disusun formula pakan udang dari bahan baku dengan kandungan gizi sebagai berikut:

Bahan
Protein (%)
Energi
Degestible
Mcal/ kg
Dedak
12,0
1,99
Tapioka
2,0
1,20
Tepung ikan
65,0
3,90
Tepung kedelai
44,0
2,57
Vitamin c
0
0
Vitamin B1
0
0
Vitamin B6
0
0
Aqua Mix
0
0


Batasan : - Berat total 100 kg
-Total 35 %
- Vitamin dan mineral total 5

Langkah-langkah:
Urutkanpekerjaan sama dengan di atas

Jika anda suka dengan artikel ini dan perlu tambahan lainnya silahkan berlanjut untuk membacanya, atau dapat juga di copas untuk Pengetahuan anda sebagai Pembudidaya,
lanjut....


Demikian semoga bermanfaat

Sumber referensi:
1.       Kementerian kelautan dan perikanan
2.       Badan pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan-bpsdmkp
3.       Direktorat jendral perikanan budidaya
4.       Pusat pengembangan penyuluhan perikanan
5.       Materi penyuluhan perikanan


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel